Senin, 03 Desember 2012

POSE Guide FOR INDONESIAN WEDDING

Tidak seperti halnya memotret MODEL PROFESIONAL yang sudah mahir ber pose dan bergaya, sehingga fotografer tinggalah berkonsentrasi pada komposisi dan moment pemotretan. Memotret Pernikahan khususnya saat sesi STUDIO merupakan pekerjaan kompleks.

Mempelai ( Bride & Groom ) sebagai objek foto BUKANLAH MODEL Profesional yang  bisa dengan ahlinya berpose sendiri pada saat difoto, karena itulah kemampuan Pose Directing seorang fotografer wedding mutlak diperlukan.

Pada saat era fotografi film.....pose pengantin untuk sesi studio cenderung didominasi dengan gaya formal yang cenderung kaku dan pakem. Begitu memasuki era digitalisasi fotografi Pose kreatif berkembang demikian pesat, mungkin ini berkaitan dengan metode pemotretan yang tidak lagi dibatasi frame roll film.

Kreatifitas gaya ( gaya kreatif ) mungkin juga berkaitan erat dengan finishing akhir penyajian album wedding yang sudah bergerak ke arah trend OLAH GRAFIS dimana mengawinkan antara Seni Fotografi dan Desain Grafis. Pada Era ini gaya Formal yang cenderung kaku hanya sebagai pemenuhan untuk kebutuhan cetak pembesaran, selebihnya gaya kreatif yang disajikan dalam bentuk Wedding Book / Digital colage album.

Dalam postingan kali ini saya mau berbagi  beberapa gaya wedding kreatif untuk memenuhi reques beberapa rekan sesama fotografer wedding yang sering mengeluh mengalami kebuntuan dalam mendirect mempelai melakukan gaya kreatif. Semoga membantu.








Rabu, 01 Februari 2012

FORMAT LANSECAPE UNTUK PRA WEDDING

Tampilan display untuk foto pra wedding dapat tampil dalam berbagai format cetakan beragam.


Format foto lansecape masih jarang dipilih, padahal jika dikonsep dengan baki dapat tampil unik dan eklusif, eksklusif karena jarang yang menggunakanya.


Kal iini saya mencoba menampilkan foto lansecape yang dioleah dengan metode stiching / penyambungan bebarapa frame menjadi satu. Jadi sebenarnya ini foto yang frame by frame diambil dalam format proporsional  seseuai frame kamera, jadi efek lansecapenya sendiri diperoleh melalui olah digital.


Gunakan fasilitas Automate Fhotomerge pada photoshop atau bisa menggunakan software khusus seperti Cannon foto stiching, atau bisa juga gunakan editin manual dengan metode layering pada photoshop.


   
Foto Diatas diambil frame by frame dalam format biasa selanjutnya digabung dalam photoshop membentuk sequens yang selanjutnya di croping memanjang horizontal / lansecape.



Foto kedua diambil dalam dua frame yang digabung secara mirroring.......pada gambar ini kuncinya adalah kehalusan dalam perpotongan kedua foto tersebut.....Selamat bereksperimen.......

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review